Trail running semakin populer di Indonesia pada tahun 2025. Medan yang menantang seperti hutan, bukit, hingga jalur berbatu membuat para pelari harus benar-benar memilih sepatu yang tepat. Bukan hanya soal desain, sepatu trail running harus memberikan kombinasi terbaik antara grip, kenyamanan, bantalan, dan daya tahan
Ingin sepatu trail yang empuk, tapak menggigit, dan aman untuk turunan panjang Di artikel ini kami mengulas mendalam sepuluh model pilihan untuk tahun dua ribu dua puluh lima lengkap dengan teknologi kunci, rasa lari, dan siapa yang paling cocok memakainya. Sumber rujukan berasal dari laman resmi dan media review tepercaya agar kamu bisa belanja dengan yakin.
Berikut ini adalah rekomendasi 10 sepatu trail running 2025 yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari lari jarak dekat hingga ultra trail, dari medan ringan hingga teknis.
Hoka Speedgoat 6 Men’s
Speedgoat generasi terbaru tetap setia pada resep andalan yaitu bantalan tebal yang stabil ditambah outsole Vibram Megagrip dengan Traction Lug yang menggigit. Hoka menyempurnakan upper anyaman agar lebih ringan dan pas di kaki, menambah chassis internal untuk kuncian, serta lidah berusuk ganda yang menambah kenyamanan. Hasilnya sepatu gunung lari yang lebih gesit untuk tanjakan dan tetap mantap di bebatuan. HOKARoad Trail Run
Rasa lari cenderung responsif untuk ukuran maksimal dan transisi mengalir berkat rocker khas Hoka. Tapak Vibram Megagrip dengan pola lug agresif memberi cengkeraman kuat di tanah lembap dan turunan teknis. Jika kamu suka long run pegunungan namun tetap ingin sepatu yang tidak terasa kaku, ini kandidat utama. HOKA
ASICS Gel Trabuco 13
Trabuco tiga belas hadir sebagai all rounder gunung yang lebih modern. Midsole memakai FF Blast Plus yang empuk energik, unit Gel di belakang untuk redaman, serta pelat proteksi batu berdesain fleksibel sehingga aman menggilas kerikil tanpa terasa kaku. Outsole ASICSGRIP baru dengan lug empat sampai lima milimeter meningkatkan traksi di beragam permukaan. ASICSRoad Trail Run
Beberapa penguji mencatat platform lebih lebar demi stabilitas dan bobot lebih ringan daripada pendahulunya. Karakter ini membuatnya cocok untuk lari jarak jauh di jalur campuran yang menuntut proteksi serta kontrol pijakan. iRunFar
New Balance Fresh Foam X Trail More v3 Men’s
Trail More v3 adalah pilihan maksimal dari New Balance untuk jarak jauh. Midsole Fresh Foam X setebal bantal memberi rasa sangat lunak namun tetap tersalur sehingga tidak memantul berlebihan. Outsole lug multi arah plus basis yang lebar membantu menjaga stabilitas saat membawa kaki lelah melintasi turunan panjang. Nike.com
Detail seperti upper yang lapang dan toe protection membuatnya ramah untuk petualangan ultra serta pendaki lari yang ingin prioritas kenyamanan. Jika kamu mengejar kenyamanan sepanjang hari di singletrack yang tidak terlalu berlumpur, model ini sangat tepat. Nike.com
Puma Voyage Nitro 3
Generasi ketiga membawa paket bantalan Nitro Foam yang ringan dan bertenaga, ditemani outsole PUMAGRIP ATR yang terkenal lengket di tanah keras maupun jalur basah. Perubahan upper meningkatkan kuncian midfoot tanpa mengorbankan sirkulasi udara. Secara keseluruhan sifatnya lincah serba bisa untuk latihan harian trail hingga sesi cepat di bukit. PUMA USHOKA
Media review menilai cengkeraman PUMAGRIP ATR sangat bisa diandalkan serta transisi yang halus saat lintasan berubah dari tanah ke bebatuan. Ini kandidat kuat bila kamu ingin satu sepatu untuk banyak kondisi. HOKA
Nike Zegama Trail 2
Zegama dua mempertahankan inti empuk dengan busa ZoomX yang dibungkus carrier agar stabil di jalur. Nike memperbarui outsole dan geometri untuk pijakan lebih pasti di tanjakan serta turunan panjang. Hasilnya sepatu maksimal yang tetap bertenaga dan tidak goyah saat kecepatan naik. New Balance United States of America
Bagi pelari yang butuh bantalan premium untuk vertikal banyak dan lintasan berbatu, Zegama dua menawarkan kombinasi empuk nyaman dan traksi yang makin menggigit. Nike.com
910 Yuza Speedgoth
Model lokal ini dirancang khusus untuk kontur alam Indonesia. Teknologi Rapid Foam pada midsole memberi bantalan sekaligus daya pantul, sedangkan HoofGrip pada outsole menyusun karet berlawanan arah untuk traksi maksimal. Lapisan HyperWeb di upper menambah struktur tanpa membuat sepatu terasa berat. 910 International
Karakter rasa lari cenderung protektif dan stabil sehingga nyaman untuk jalur gunung berbatu dan turunan curam khas Nusantara. Jika kamu ingin produk lokal dengan cengkeraman berani dan komponen teknis lengkap, Yuza Speedgoth patut dicoba. 910 International
910 Yuza Evo
Yuza Evo menonjol dengan outsole bertapak agresif untuk cengkeraman, midsole yang mendukung langkah panjang, dan upper bernapas yang sanggup menghadapi panas lembap. Materi promosi resmi menekankan daya tahan serta grip sebagai nilai jual utama, membuatnya cocok untuk trail campuran dan pendakian lari. 910 International+1
Bila kamu menginginkan alternatif lokal yang tampil modern dengan fokus pada traksi serta kestabilan, Yuza Evo adalah opsi solid di kelasnya. Instagram
ASICS Gel Sonoma 8
Gel Sonoma delapan adalah pintu masuk ideal ke dunia trail. Midsole Amplifoam Plus menyuguhkan kenyamanan sehari penuh, unit Gel di belakang meredam hentakan, dan outsole khusus trail memberikan cengkeraman yang percaya diri untuk jalur mudah sampai menengah. ASICS
Bentuknya yang sederhana membuatnya cocok sebagai sepatu latihan rutin, hiking cepat, atau lomba trail pemula. Bila prioritasmu nilai guna dan harga bersahabat, inilah paket komplet tanpa banyak kompromi. ASICS
Salomon Speedverse PRG
Catatan penting Speedverse PRG berada di lini sportstyle Salomon. Desain dan sol bergaya trail namun fokus utamanya gaya harian dan kenyamanan kasual, bukan performa lomba. Cocok untuk urban hiking, jalan jauh campuran, dan lari santai di jalur ringan. Untuk balapan teknis sebaiknya pilih model performa khusus. Salomon+1
Jika kamu mencari sepatu serbabisa yang tampil ikonik dan tetap memberi rasa mantap di jalur ringan, Speedverse PRG menyenangkan sebagai pasangan harian. Salomon
Ortuseight Shkhara
Ejaan resmi dari pabrikan adalah Shkhara. Ini adalah andalan lokal untuk trail berat berkat outsole Vibram yang dikenal kuat menggigit dan tahan aus. Upper dan konstruksinya dirancang untuk menahan kikisan medan gunung Indonesia sehingga aman melintasi bebatuan tajam serta tanah licin. Road Trail Run
Buat pelari yang ingin kombinasi traksi premium dan daya tahan tinggi, Shkhara menjadi opsi lokal yang percaya diri menemani lomba ketinggian serta latihan lintas gunung. ortuseight.com
Cara memilih sepatu trail yang tepat
- Sesuaikan medan. Prioritaskan outsole dengan karet premium dan lug lebih tinggi bila sering bertemu tanah basah dan bebatuan.
- Pertimbangkan tinggi tumpukan. Bantalan tebal memberi kenyamanan jarak jauh sementara tumpukan sedang memberi rasa tanah yang lebih jelas.
- Periksa proteksi. Pelat proteksi batu dan toe bumper penting untuk jalur berbatu.
- Coba kuncian. Upper dengan chassis internal atau penopang medial memberi stabilitas saat kaki lelah di turunan.
Ringkasan cepat
Untuk jarak sangat jauh dengan kenyamanan maksimal pilih New Balance Trail More v3 atau Nike Zegama dua. Untuk gunung teknis dengan cengkeraman tinggi pilih Hoka Speedgoat enam atau ASICS Trabuco tiga belas. Untuk nilai terbaik pemula pilih ASICS Gel Sonoma delapan. Untuk opsi lokal bertaji pilih 910 Yuza Speedgoth, 910 Yuza Evo, atau Ortuseight Shkhara. Untuk gaya harian yang siap jalur ringan pilih Salomon Speedverse PRG. HOKARoad Trail Run+1Nike.comNew Balance United States of AmericaASICS910 International+1Salomon
Catatan redaksi
Beberapa model memiliki varian tahan air dengan bahan GORE TEX. Varian ini lebih hangat dan kedap air namun ventilasi berkurang, pilih sesuai kebutuhan lintasan serta iklim lari kamu.
Tabel Perbandingan tiap Sepatu
| No | Model | Bobot (gram) | Drop (mm) | Karakter | Cocok Untuk | Link Pembelian |
| 1 | Hoka Speedgoat 6 Men’s | ±291 g | 5 mm | Ringan, responsif, empuk | Ultra trail, lintasan teknis berbatu | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYpjeU1/ |
| 2 | ASICS Gel Trabuco 13 | ±298 g | 8 mm | Stabil, protektif, tahan lama | Trail campuran, pelari butuh support ekstra | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYgEdK7/ |
| 3 | NB Fresh Foam X Trail More v3 Men’s | ±320 g | 4 mm | Super empuk, maksimal bantalan | Lari jarak jauh, pelari berbadan besar | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYpLmR1/ |
| 4 | Puma Voyage Nitro 3 | ±305 g | 6 mm | Responsif, grip kuat | Jalur basah, tanah liat, hutan tropis | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYpssyu/ |
| 5 | Nike Zegama Trail 2 | ±292 g | 4 mm | Ringan, empuk, stabil | Lari jarak jauh, race di trail variatif | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYptd7U/ |
| 6 | 910 Yuza Speedgoth | ±300 g | 6 mm | Desain lokal, grip kuat | Jalur menanjak curam, medan basah | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYsrrL5/ |
| 7 | 910 Yuza Evo | ±305 g | 6 mm | Seimbang, fleksibel | Trail campuran, pelari pemula–menengah | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYpfnYs/ |
| 8 | ASICS Gel Sonoma 8 | ±305 g | 8 mm | Nyaman, stabil, harga terjangkau | Pemula, trail ringan hingga sedang | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYsNg26/ |
| 9 | Salomon Speedverse PRG | ±285 g | 8 mm | Modern, ringan, stylish | Trail ringan, road-to-trail, urban trail | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYsA4QE/ |
| 10 | Ortuseight Skhara | ±310 g | 6 mm | Produk lokal, tangguh | Jalur teknis, cuaca tropis lembap | https://vt.tokopedia.com/t/ZSAYs5U2N/ |
